REPRESENTASI PELANGARAN HAM DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESSI: KAJIAN POSTMEMORY MARIANNE HIRSCH

Hary Sulistyo, Sri Lestari

Abstract


Tulisan ini membahas mengenai kajian postmemory novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi. Keberadaan novel tersebut menarik dalam fenomenakesusastraan Indonesia karena Felix K. Nesi sebagai pengarang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, menuliskan memory di masa lalu yang tidak ia alami secara langsung yaitu mengenai kondisi kekersan di Timor Timur, termasuk penjajahan Jepang dan Belanda. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Melihat pola memory yang ditampilkan oleh Felix K. Nessi melalui karya tersebut; 2). Melihat saluran memory atas peristiwa di masa lalu melalui saluran yang dimiliki oleh masyarakat. Teori yan digunakan dalam penelitian ini adalah the generation of postmemory studies Mariane Hirsh. Metode penelitian kualitatif ini dengan langkah-langkah: 1. Melakukan pembacaan terhadap novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi untuk memetakan bentuk-bentuk pelangaran HAM di masa lalu; 2). Melakukan klasifikasi postmemory mengenai representasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K Nessi; dan 3). Melakukan kajian terhadap saluran memory berkaitan dengan aspek-aspek postmemory tesebut. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Bentuk-bentuk pelangaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix. K Nessi adalah berkaitan dengan persoalan kekerasan fisik dan asporasi politik; 2). Klasifikasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi berkaitan dengan kekerasan di Timor-Timur, era penjajahan Belanda, era penjajahan Jepang, dan pada era Orde Baru; dan 3). Saluran memory berkaitan dengan pelanggaran HAM yang tercermin dalam novel Orang-Orang Oetimu tersimpan melalui catatan sejarah, turun-temurun, dan melalui media.

Keywords


pelanggaran HAM, postmemory, novel Orang-Orang Oetimu

Full Text:

PDF

References


Aji, Muhammad Sukma; Arifin, Z. (2021). KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESI SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA. Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 1(2), 58–66. http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downloadArticleFile.do?attachType=PDF&id=9987

Arifin, R., & Lestari, L. E. (2019). PENEGAKAN DAN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA DALAM KONTEKS IMPLEMENTASI SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(2). https://doi.org/10.23887/jkh.v5i2.16497

Arliman, L. (2017). KOMNAS HAM SEBAGAI STATE AUXIALIARY BODIES DI DALAM PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA. Jurnal Bina Mulia Hukum, 2(1 SE-Articles).

Banda, M. M. (2021). Konstruksi Latar dalam Fiksi Etnografis Orang-Orang Oetimu. Stilistika : Journal of Indonesian Language and Literature, 1(1). https://doi.org/10.24843/stil.2021.v01.i01.p02

Bangun, B. H. (2019). Perbandingan Sistem dan Mekanisme HAM Negara-Negara Anggota Asean: Tinjauan Konstitusi dan Kelembagaan. Jurnal HAM, 10(1). https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.99-113

de Fretes, C. H. J. (1999). DINAMIKA ISU REPUBLIK MALUKU SELATAN ( RMS ) TERHADAP MASYARAKAT AMBON DALAM KONFLIK 1999 Oleh : Jurnal Penelitian Sosial Cakrawala, 5(1).

Faruk. (2010). Pengantar Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.

Faruk. (2012). Metodologi Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.

Hambali, A. (2017). Pertanggungjawaban Negara Atas Kasus-Kasus Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia Masa Orde Baru. Universitas Hasanuddin.

Hartati, A. Y. (2010). Separatisme Dalam Konteks Global (Studi Tentang Eksistensi Republik Maluku Selatan (RMS) Sebagai Gerakan Separatis Indonesia). Spektrum, 7(2).

Kusuma, A. J. (2017). Pengaruh Norma HAM Terhadap Proses Kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7(1). https://doi.org/10.26618/ojip.v7i1.420

Maria Yolanda Metboki, Metropoly M. J Liubana, dan F. A. (2020). Perempuan dalam Novel Orang Orang Oetimu.pdf. 140–160.

Martanto, U. (2020). Perubahan Lingkungan dan Konflik Kekerasan Membaca Papua Melalui Pendekatan Environmental Security. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 11(2).

Nesi, F. K. (2019). Orang-Orang Oetimu. Marjin Kiri.

Nisak, K. (2020). Bentuk Kekuasaan Dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K.Nesi. Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 7(September), 1047–1064.

Nurhidayah, D. I. (2019). Hegemoni Kekuasaan Dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi: Kajian Sosiologi Sastra. Prosiding Senasbasa, 3.

Pamungkas, C. (2020). Menelusuri Akar Konflik dan Kebijakan Damai di Tanah Papua. Antropologi Indonesia, 40(2). https://doi.org/10.7454/ai.v40i2.12217

Prager, B. (2015). The Generation of Postmemory: Writing and Visual Culture After the Holocaust by Marianne Hirsch. Shofar: An Interdisciplinary Journal of Jewish Studies, 33(3). https://doi.org/10.1353/sho.2015.0026

Sholikhah, A. (2020). Relasi Dan Resistensi Kuasa dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi: Kajian Kekuasaan Michel Foucault. Journal of Chemical Information and Modeling, 110(9).

Sutiyoso, B. (2002). Konsepsi Hak Asasi Manusia dan Implementasinya di Indonesia. Unisia, 25(44). https://doi.org/10.20885/unisia.vol25.iss44.art7




DOI: https://doi.org/10.37905/psni.v3i0.91

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN: 2988-4357

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

 

INDEXED BY:

Google Scholar