ANALISIS SEMIOTIKA MODEL ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI UPACARA ADAT SOLOMPOK SUKU BANGGAI DI SULAWESI TENGAH

Fadly A. Karim, Julia Marfuah, Nur Halifah, Arum Arum

Abstract


Suku Banggai merupakan salah satu suku yang terdapat di Sulawesi tengah. Suku Banggai mendiami hampir seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, dan sebagian wilayah Kabupaten Banggai. Suku tersebut juga dikenal mempunyai beraneka ragam adat istiadat. Salah satu tradisi dari suku ini adalah Upacara adat tolak bala yang dalam bahasa lokal disebut Solompok. Upacara adat solompok dipercaya masyarakat setempat dapat menjauhkan mereka dari bencana ataupun wabah penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana representasi simbol dari setiap rangkaian prosesi Solompok yang kemudian dihubungkan dan ditarik sebuah makna. Pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada metode deskriptif  kualitatif dengan penyajian analisis semiotik. Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada ritual solompok terdapat pada serangkaian kegiatan dalam upacara tersebut yang melalui tiga tahapan, pertama : ritual yang dilakukan di tempat tokoh adat terdiri atas: Basinilon, Basangi,Mabangun bongunon tinnano, dan bakayang. Kedua, pengambilan air obat di kampung Tongkubet, dan Ketiga, Prosesi persiapan dan pelaksanaan mandi bersama masyarakat menggunakan air obat. kegiatan tersebut ditutup dengan acara makan bersama di rumah tokoh adat sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya ritual solompok. Selanjutnya, pemaknaan konotasi yang erat kaitannya dengan persatuan masyarakat adat suku Banggai untuk tetap melestarikan budaya leluhur demi menjaga ketentraman dan kedamaian kampung mominit, serta adanya mitos dan kepercayaan masyarakat adat bahwa kelalaian dalam melaksanakan tradisi ini adalah kesalahan kolektif yang dapat menimbulkan malapetaka di kampung mereka.

Keywords


semiotika, Roland Barthes, representasi budaya, solompok, Banggai

Full Text:

PDF

References


Barthes, R. (1991). Mythologies. New York: The Noonday Press.

Ghazali, A.M. (2011). Antropologi Agama: Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama. Bandung: Alfabeta.

Hall, S. (2003).The Work of Representation, Representation: Cultural Representation and Signifying Practices. London: Sage Publication.

Moleong, L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Muhammad. (2011). Metode Penelitian Bahasa. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Nawiroh Vera. 2014. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Samatan, N. (2017). Riset Komunikasi I; Jakarta: Penerbit Gunadarma.

Samatan, N.dkk. (2021). Analisis semiotika roland barthes terhadap representasi tradisi molabot tumbe di banggai. international Journal of Communication, Management and Humanities AID Conference.Vol.2.Issue 1, June 2021

Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Trianto.2011. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Ketenaga Pendidikan. Bandung: Kencana




DOI: https://doi.org/10.37905/psni.v3i0.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN: 2988-4357

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

 

INDEXED BY:

Google Scholar