KONSEP AGURUWAKTRA: SEBUAH METODE BELAJAR SECARA TRADISIONAL DALAM SASTRA USADA

I Ketut Jirnaya, Komang Paramartha

Abstract


Di dalam proses pengajaran diperlukan metode mengajar yang tepat sehingga keberhasilan pendidikan itu akan lebih optimal. Salah satu karya sastra usada, yaitu Usada Budha Kacapi memuat tentang pendekatan aguruwaktra ketika mendidik siswanya untuk mencapai target sebagai dukun yang sakti (sidhi wak bajra). Sebagai sebuah karya sastra sangat berdampak pada pembaca atau masyarakat terkait dengan pola sistem pengajaran. Untuk mengkaji lebih jauh dampak karya sastra terhadap pembaca, maka akan dipakai teori dampak dan juga estetika resepsi (Dwi Susanto, 2015). Setelah diadakan penelitian tentang konsep aguruwaktra dalam Usada Budha Kacapi, dapat diketahui bahwa aguruwaktra merupakan metode pembelajaran yang efektif. Dimulai dari wawancara dengan calon untuk mengetahui keseriusannya. proses belajar dengan proses pendampingan karena akan bermanfaat bagi pengajar. Guru dapat mengetahui siswanya secara mendetail, termasuk aspek kejiwaan. Guru berposisi sebagai orang tua dan siswa sebagai anak. Ada keterjalinan emosional, Situasi belajar tidak tegang karena diselipi guyonan. Siswa lebih leluasa menyampaikan semua permasalahannya, terutama pada tahap diskusi dan praktek (Jirnaya, dkk. 2022).


Keywords


aguruwaktra, sastra usada, dampak, metode pengajaran

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Imran Teuku. (1991). Hikayat Meukuta Alam. Jakarta: Intermasa.

Fokkema, D.W. dan Elrud Kunne-Ibsch. (1977). Theories of Literature in the Twentietch Century: Structuralism, Marxism, Aesthetics of Reception, Semiotics. London: C.Hurst & Company.

Jirnaya, I Ketut. (2011). Usada Budha Kacapi: Teks Sastra Pengobatan Tradisional Masyarakat Bali. Disertasi. Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Riffaterre, Michael. (1978). Semiotics of Poetry. Bloomington and London: Indiana University Press.

Seger, Rien T. (1978). The Evaluation of Literary Text. Lisse: The Peter de Ridder Press.

Strauss, Anselm dan Juliet Gorbin. 2003. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-Teknik Teoritisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Susanto, Dwi. (2015). Kamus Istilah Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tinggen, I Nengah. (1982). “Aneka Sari” Singaraja.

Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. (2006). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Penerjemah Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Abdullah, Imran Teuku. (1991). Hikayat Meukuta Alam. Jakarta: Intermasa.

Fokkema, D.W. dan Elrud Kunne-Ibsch. (1977). Theories of Literature in the Twentietch Century: Structuralism, Marxism, Aesthetics of Reception, Semiotics. London: C.Hurst & Company.

Jirnaya, I Ketut. (2011). Usada Budha Kacapi: Teks Sastra Pengobatan Tradisional Masyarakat Bali. Disertasi. Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Riffaterre, Michael. (1978). Semiotics of Poetry. Bloomington and London: Indiana University Press.

Seger, Rien T. (1978). The Evaluation of Literary Text. Lisse: The Peter de Ridder Press.

Strauss, Anselm dan Juliet Gorbin. 2003. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-Teknik Teoritisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Susanto, Dwi. (2015). Kamus Istilah Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tinggen, I Nengah. (1982). “Aneka Sari” Singaraja.

Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. (2006). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Penerjemah Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: https://doi.org/10.37905/psni.v1i0.133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN: 2988-4357

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

 

INDEXED BY:

Google Scholar