MURAL: EKSPRESI NARASI VISUAL VERBAL DAN NONVERBAL

Sudartomo Macaryus, TMA Kristanto, Edi Setiyanto, Joko Santoso, Yoga Pradana Wicaksono

Abstract


            Artikel ini bertujuan menemukan kekuatan estetik wacana narasi visual verbal dan nonverbal mural yang terdapat di kota Pati, Jawa Tengah. Mural merupakan salah satu media informasi di ruang publik dengan memanfaatkan bidang datar seperti tembok, pilar, pagar, dan benteng. Sebagai bagian dari bentang bahasa atau lanskap linguistik, mural cenderung disusun dengan meminimalkan jumlah kata karena dibaca secara sekilas sambil berkendaraan. Sumber data penelitian adalah wacana mural di kota Pati Jawa Tengah. Data berupa satuan-satuan lingual yang digunakan dalam mural dan unsur visual nonverbal yang menyertai satuan-satuan lingual. Data diperoleh dengan mendokumentasikan dan mentranskripsikan secara ortografis, sedangkan data visual nonverbal berupa dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan, pertama melihat keselarasan antara unsur visual verbal dan unsur visual nonverbal, kedua melihat keselarasan antarsatuan lingual, dan ketiga dinamika yang dibangun dengan menggunakan unsur visual verbal dan nonverbal. Hasil penelitian mengungkapkan adanya saling keterkaitan secara menyeluruh antara unsur visual verbal dan nonverbal dalam membangun informasi secara komunikatif dan estetis. Unsur visual nonverbal sebagai konteks membangun deskripsi dan narasi yang cenderung tidak disertai narasi secara rinci. Kekuatan estetis dibangun dengan menggunakan komparasi dan analogi lingkunagan alam dan binatang yang sekaligus menjadi daya tarik secara visual.

Keywords


estetis, mural, verbal, visual

Full Text:

PDF

References


Albury, N. J. (2017). How folk linguistic methods can support critical sociolinguistics. Lingua, 199. https://doi.org/10.1016/j.lingua.2017.07.008

Amos, H. W. (2017). Regional language vitality in the linguistic landscape: hidden hierarchies on street signs in Toulouse. International Journal of Multilingualism, 14(2), 93–108. https://doi.org/10.1080/14790718.2015.1103244

Anoegrajekti, N., Sariono, A., Macaryus, S., & Kusumah, M. S. (2018). Banyuwangi Ethno Carnival as visualization of tradition: The policy of culture and tradition revitalization through enhancement of innovation and locality-based creative industry. Cogent Arts and Humanities, 5(1), 1–16. https://doi.org/10.1080/23311983.2018.1502913

Ardianto, L. W., & Ramadhan, S. (2019). Iklan Tokobagus.com: Analisis Struktur Wacana Model Van Dijk (Tokobagus.com Advertisement: Van Dijk Model of Discourse Structure Analysis). Kandai, 15(1), 75. https://doi.org/10.26499/jk.v15i1.1003

Backhaus, P. (2007). Linguistic Landscapes A Comparative Study of Urban Multilingualism in Tokyo. In Linguistic Landscapes: A Comparative Study of Urban Multilingualism in Tokyo. Multilanual Matters.

Barni, M., & Bagna, C. (2010). Linguistic Landscape and Language Vitality. In E. Shohamy, E. Ben-Rafael, & M. Barni (Eds.), Linguistic Landscape in the City (p. 348). Multilingual Matters.

Barrs, K. (2015). Errors in the use of English in the Japanese linguistic landscape. English Today, 31(4), 30–33. https://doi.org/10.1017/S026607841500036X

Coulmas, F. (2009). Linguistic Landscaping and the Seed of the Public Sphere. In Linguistic Landscape: Expanding the Scenery (p. 352). Routledge. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Curtin, M. L. (2015). Creativity in polyscriptal typographies in the linguistic landscape of Taipei. Social Semiotics, 25(2), 236–243. https://doi.org/10.1080/10350330.2015.1010315

Edi, S. (2018). Tindak Tutur Pada Iklan Media Luar Ruang Di Diy. Sawerigading, 24(1), 33–42.

Kharlie, A. T. (2021). Moralitas Mural dan Daulat Rakyat. Kompas, 6.

Kress, G., & Leeuwen, T. van. (2006). Reading Images. In Syria Studies. Routledge. https://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/Civil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps://www.jstor.org/stable/41857625

Macaryus, S., Santosa, W. H., Rufaidah, D., Puspita, O. W., & Putro, D. B. W. (2020). Bentang Bahasa dan Wacana Multimodal Naratif. In S. Macaryus, D. B. W. Putro, D. Rufaidah, & N. I. Sholikhati (Eds.), Bentang Bahasa: Representasi Budaya Lokal dan Global (Issue September, pp. 69–102). Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa-Universitas Teknologi Yogyakarta Bekerja sama dengan Kepel Press.

Machin, D., & Mayr, A. (2012). Review of How to do critical discourse analysis. In Sage (Vol. 29, Issue 1, pp. 131–133). http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=reference&D=psyc11&NEWS=N&AN=2014-02022-019

Manan, S. A., David, M. K., Dumanig, F. P., & Naqeebullah, K. (2015). Politics, economics and identity: mapping the linguistic landscape of Kuala Lumpur, Malaysia. International Journal of Multilingualism, 12(1), 31–50. https://doi.org/10.1080/14790718.2014.905581

Nikolaou, A. (2017). Mapping the linguistic landscape of Athens: the case of shop signs. International Journal of Multilingualism, 14(2), 160–182. https://doi.org/10.1080/14790718.2016.1159209

Perovic, S., & Folic, N. K. (2012). Visual Perception of Public Open Spaces in Niksic. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 68, 921–933. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.12.277

Santoso, J. (2021). Narasi Trauma: Kajian Postmemory Novel Tiba Sebelum Berangkat Karya Faisal Oddang. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 1(1), 39–55. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/arif/index

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana secara Linguistik. Sanata Dharma University Press.

Sulistyo, H. (2020). Politik Spasial dalam Lirik Lagu Bengawan Solo Karya Gesang dan Di Tepinya Sungai Serayu Karya Soetedja: Analisis Pascakolonial Sara Upstone. Atavisme, 23(2), 147–160. https://doi.org/10.24257/atavisme.v23i2.633.147-160

Takhtarova, S. S., Kalegina, T. E., & Yarullina, F. I. (2015). The Role of English in Shaping the Linguistic Landscape of Paris, Berlin and Kazan. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 199, 453–458. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.07.531

Tan, S. X. W., & Tan, Y. Y. (2015). Examining the functions and identities associated with English and Korean in South Korea: a linguistic landscape study. Asian Englishes, 17(1), 59–79. https://doi.org/10.1080/13488678.2015.999406

Tang, H. K. (2018). Linguistic landscaping in Singapore: multilingualism or the dominance of English and its dual identity in the local linguistic ecology? International Journal of Multilingualism, 0(0), 1–22. https://doi.org/10.1080/14790718.2018.1467422




DOI: https://doi.org/10.37905/psni.v3i0.122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN: 2988-4357

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

 

INDEXED BY:

Google Scholar