ETNOPEDAGOGI DALAM SEKSOLOGI SASTRA KARAWITAN SEBAGAI SOSPRO BAGI CALON MAHASISWA S2 PENDIDIKAN BAHASA JAWA FBBSB UNY

Suwardi Endraswara, Venny Indria Ekowati, Doni Hartanto

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk mengungkap aspek-aspek etnopedagogi dalam konteks seksologi sastra karawitan. Etnopedagogi adalah ilmu tentang Pendidikan yang lahir dari etnik tertentu. Etnopedagogi bisa dilakukan melalui seksologi sastra karawitan. Seksologi adalah ilmu tentang seksualitas dalam etnik Jawa. Seksologi termaksud dilukiskan melalui sastra karawitan. Sastra karawitan adalah teks-teks yang muncul dalam sajian gending. Sajian gending dapat berupa senggakan, gerong, bawa, dan lelagon.

Ekspresi etnopedagogi dalam seksologi sastra karawitan ini memiliki daya Tarik untuk memotivasi sospro (sosialisasi promosi) bagi mahasiswa yang masuk jenjang S2 program Studi Pendidikan Bahasa Jawa. Hal ini sekaligus menjadi bukti aksiologis sastra karawitan untuk menyemaikan ajaran pendidikan seksual. Penulis lirik sastra karawitan sering tergoda dengan ungkapan etnopedagogi  yang terdapat dalam seksologi sastra karawitan. Konteks ini dipahami menggunakan perspektif resepsi sastra secara empiric. Selain itu, diperlukan metode hermeneutic fenomenologis untuk menggali makna. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa teks-teks seksologi sastra karawitan merupakan cetusan etnopedagogi yang dapat dimanfaatkan untuk sospro bagi mahasiswa.


Keywords


etnopedagogi, seksologi, sastra karawitan, dan sospro

Full Text:

PDF

References


Adiwimarta, Sri Sukesi. 1990. Kamus Ungkapan Bahasa Jawa. Yogyakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahri, Bangkit Irmanudin. 2021. Memaknai Isbat Dalam Kesusastraan Jawa. Sasanawidyaguru.com.

Endraswara, Suwardi. 2018. Antropologi Sastra Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

__________________. 2022. Metodologi Penelitian Hermeneutika Sastra. Malang: Madani.

__________________. 2022. “Strategi Pemajuan Kebudayaan; Berbasis Ekonomi Kreatif”. Makassar: Bahan FGD Pemajuan Kebudayaan, FIB Unhas, 8 Maret.

Hastanto, Sri. 2006. Konsep Pathet dalam Karawitan Jawa. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; Direktorat Jendral Nilai Budaya, Seni, dan Film.

Muzakkir. 2021. “Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal”. Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2, No. 2, Jun 2021, hal. 28-39.

Nayati, Widya. 2018. “Mengembangkan Kelompok Pemusik Melalui Relief Tentang Musik di Candi Borobudur”. Yogyakarta: Jurnal Bakti Budaya Vol. 1 No. 2 Oktober Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Puspitasari, Evianna. 2021. “Makna Relief Candi Sukuh Relevansinya Dengan Erotisme Dalam Spiritualitas Orang Jawa”. Semarang: Skripsi Prodi Akhidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Setyawan, Bagus Wahyu dan Yusuf Muflikh Raharjo. 2021. “Kajian Makna Dan Fungsi Tembang Bawa Metrum Dandanggula dalam Lagu Campursari”. Yogyakarta: Widyaparwa, Vol. 49, No. 2, Desember.

Triyono, Adi, Dkk. 2015. Peribahasa Dalam Bahasa Jawa. Yogyakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.37905/psni.v3i0.119

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN: 2988-4357

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

 

INDEXED BY:

Google Scholar